Fulltime freelancer Fiverr & Shutterstock

WOW, Ngundang teman di fiverr bisa dapat $100

Selamat pagi siang sore atau malam, freelancer mania dari sabang sampai merauke, atau mungkin ada juga yang diluar indonesia, apa kabar kalian semua? Semoga sehat selalu ya.

Hari ini hari rabu tanggal 18 agustus 2021 saat saya menulis artikel ini, tepat sehari setelah hari peringatan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Kita doakan semoga indonesia bisa segera pulih dan bangkit dari masalah pandemi ini, amin.

Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang fiverr, tentang referal program dari fiverr yaitu ngajak orang atau teman buat join fiverr bisa dapet duit $100. Banyak yang nanya caranya gimana? beneran atau bohong?. Nah untuk yang pada nanya dan penasaran, saya sengaja langsung mencari tahu artikelnya di fiverr.com. Sebenarnya program ini sudah lama ada, cuma saya memang tidak terlalu tertarik untuk mengikuti program ini, karena saya sendiri sudah terlalu sibuk ngurusin orderan di fiverr sendiri dan juga beberapa kerjaan diluar fiverr.

Jadi langsung saja ke inti pembahasan, bagaimana sih cara kerjanya, mendapat $100 dari referal program fiverr ini?. Cara kerjanya sebenarnya cukup sederhana, kita hanya perlu mengundang orang atau teman atau bahkan anggota keluarga untuk mendaftar fiverr menggunakan kode referal kita atau link referal kita bisa lewat email atau sosial media, agar yang kita undang tadi menjadi buyer di fiverr ini. Kita akan mendapat uang sebesar 10% jika si orang yang mendaftar pakai kode referal atau link kita tadi melakukan pembelian pertama di fiverr (ingat ya hanya untuk pembelian pertama). Jika orang tersebut membeli jasa dengan nilai $20, berarti kita mendapat 10% dari $20 tersebut, tidak hanya kita yang mendapatkan keuntungan tersebut, si buyer tersebut pun juga dapat 10% (mungkin dianggap cashback). Kita akan mendapatkan UP TO $100 yang artinya kita mendapat uang dengan BATAS maksimal $100, jadi BUKAN berarti kita berhasil mengajak orang mendaftar fiverr langsung dapat $100 ya, itu SALAH. Karena memang banyak yang berpikir seperti itu. Paling tidak ini yang saya pahami setelah membaca di website fiverrnya sendiri, kalau ada yang salah atau kurang mungkin bisa kalian tambahkan, bisa tulis saja di kolom komentar.

Mungkin itu saja ya pembahasan atau artikel dari fiverr addict kali ini, semoga bisa bermanfaat, membuat yang belum mengerti bisa sedikit memahami tentang program referal ini. Kita ketemu lagi di pembahasan selanjutnya, akhir kata, Terima Kasih.




Share:

Jual foto di shutterstock, tapi fotonya di upload juga di instagram. Emang boleh?

Hei freelancer mania, selamat pagi, bagaimana akun shutterstock kalian? sudah untung berapa dollar?. Kita bahas shutterstock lagi ya. Ternyata banyak yang nanya di kolom komentar channel youtube fiverr addict, "bang saja upload/jual foto di shutterstock, tapi fotonya saya pajang juga di instagram. boleh gak kira kira?".

Oke saya coba jawab ya, jadi ketika kita upload karya kita di shutterstock dan bahkan sudah laku terjual, kita tetap menjadi pemilik sah karya kita tersebut, hak cipta tetap milik kita, karena yang dijual di shutterstock ini adakah hak penggunaan ya, bukan hak ciptanya yang dijual, jadi kesimpulannya kita diperbolehkan memajang karya kita dimana saja termasuk di instagram, atau media sosial lainnya, bahkan menjual di agensi microstock lain, asalkan tetap yang kalian jual adalah hak penggunaannya ya, yang berarti status file atau status akun contributor kita adalah nonexlusive, bukan exlusive ya, karena memang ada microstock agensi lain yang memberlakukan status exlusive untuk file maupun akun kontributornya (bisa juga disebut macrostock).

Nah, lalu kalau kita pajang di instagram sekaligus menjualnya juga di instagram, boleh gak?. Tetap saja boleh, seperti yang sudah saya sebutkan di atas, asalkan kalian hanya menjual hak penggunaannya. Tapi kalau kalian mengatakan ke pembelinya bahwa karya yang kita jual ini exlusive dan hanya untuk satu pembeli ya berarti ketika karyanya dibeli, kalian wajib menghapus file tersebut yang ada di akun shutterstock kalian, karena kalau tidak, kita malah bisa kena copyright sendiri.

Jadi gitu ya, tanggapan singkat saya dari pertanyaan freelancer mania tadi, semoga bisa sedikit mengurangi kebingungan freelancer mania sekalian, yang mungkin punya pertanyaan yang sama. Kalau masih ada yang bingung dan mau ditanyakan, silahkan saja tuliskan pertanyaan kalian di kolom komentar, nanti bakal saya jawab satu per satu kalau sempat. Jangan lupa juga kunjungi dan subscribe channel youtube "fiverr addict" bisa KLIK DISINI

Kita ketemu lagi di pembahasan-pembahasan selanjutnya, akhir kata, Terima Kasih.


Music photo created by wayhomestudio - www.freepik.com
Share:

Tips menulis deskripsi logo dan foto di shutterstock

Pagi-pagi sudah duduk didepan laptop dengan segelas kopi pahit, belum cuci muka apalagi mandi, masih pakai kolor pula :D, ya beginilah online freelancer.

Selamat pagi ya freelancer mania dimanapun anda berada, di kesempatan kali ini saya mau share ke kalian cara saya menulis deskripsi sebuah logo dan foto untuk di upload di shutterstock ya. Sebenarnya saya gak kepikiran bakal ada yang nanya tentang ini karena saya pikir ya nulis deskripsi itu gampang gampang aja, tapi karena banyak yang nanya okelah saya buatkan pembahasannya.

1. Penulisan deskripsi logo: Dimulai dari logo ya, untuk deskripsi logo ini sebenarnya gak usah terlalu rumit ya deskripsinya, kalau saya biasanya hanya beberapa unsur, yaitu warna dan bentuk, itu saja sebenarnya sudah cukup, dan sebaiknya hindari kata kata "vector" di penulisan deskripsi ini. Karena walaupun yang kita upload adalah format vector, shutterstock akan mengconvertnya jadi beberapa ukuran dalam format JPG juga, mulai dari JPG ukuran Large, Medium, Small, dan vector itu sendiri, jadi buyer juga bisa memilih file JPG nya, tidak harus vector. Untuk contoh penulisannya seperti ini:

"Grey and red color of AC initial logo", Unsur warnanya adalah "Grey and red" dan unsur bentuknya adalah "AC initial letter" bisa juga ditambahkan "circle" karena bentuknya adalah bulat atau melingkar. Dan juga biasanya saya usahakan minimal 5 karakter huruf buat penulisannya ya, sedikit lebih panjang lebih baik, karena semakin unik, jadi buyer yang mau nyari di pencarian google maupun pencarian di shutterstock lebih gampang menemukannya. Kalau untuk jenis vector lain sperti desain illustrasi, banner, business card dan lain sebagainya, intinya sama ya seperti penulisan deskripsi logo ini.

2. Penulisan deskripsi foto: Nah kalau untuk foto sebenarnya agak mirip juga dengan penulisan deskripsi logo kalau untuk foto jenis "Commercial", yaitu unsur warna dan bentuk/atau object apa yang ada di dalam foto tersebut, bisa juga ditambahkan unsur tempat dan waktu, contohnya seperti ini:

"Three beautiful white flowers in the garden", Unsur warnannya adalah "White", unsur objectnya adalah "flower" dan ada juga unsur tempat "garden", bisa juga ditambahkan unsur waktu, misalnya "during the day", tinggal kita cari saja kata-kata penghubung yang tepat agar artinya tetap nyambung ya, jadi tidak asal nyusun kalimatnya. Ini juga berlaku untuk video ya, untuk yang mau upload video kurang lebih deskripsinya sama seperti ini.

Itu tadi kalau untuk foto "Commercial" ya, sekarang kalau untuk foto "Editorial", untuk yang belum tahu penjelasan atau bedanya foto Commercial dan Editorial bisa baca dulu postingan saya sebelumnya, atau bisa KLIK DISINI.

Oke, jadi untuk khusus foto jenis editorial ini harus ada unsur jurnalistiknya, yaitu unsur 5W1H, ( What, who, why, when, where, dan How). Dalam bahasa indonesia, What: Apa?, Who: Siapa?, Why: Mengapa?, When: Kapan? , Where: Dimana?, How: Bagaimana?
Tapi pada prakteknya, kadang tidak terlalu lengkap tidak apa-apa, misalnya tidak ada unsur "How" atau "Why", juga bisa diterima. Jadi contoh penulisannya bisa seperti ini,

"Yogyakarta Indonesia, 31 may 2021: a woman wearing a long-sleeved shirt is taking a photo of the reliefs of the Prambanan temple"

Kenapa harus panjang dan ribet ? ya karena foto editorial ini difungsikan sebagai foto pelengkap jurnalistik atau berita, media cetak maupun online, jadi sebisa mungkin informasi fotonya harus sejelas mungkin, paling tidak itu syarat yang diminta oleh pihak shutterstock ya, walaupun kadang buyer ketika membeli atau mendownload foto tersebut mereka hanya ingin tahu apa object utama foto tersebut, tanpa mau tahu kapan dan siapa yang ada di foto tersebut.

Jadi sampai disini kalian bisa tahu dan mengerti ya bagaimana saya menuliskan deskripsi pada logo dan foto yang saya upload di shutterstock. Jika masih ada yang bingung bisa tuliskan saja pertanyaan kalian di kolom komentar, nanti jika sempat akan saja jawab satu persatu.

Sekian dulu pembahasan kali ini, kita ketemu lagi di pembahasan-pembahasan selanjutnya, dan Terima Kasih.

Background photo created by rawpixel.com - www.freepik.com
Share:

Bagaimana nasib online freelancer di masa pandemi?

Hai freelancer mania, bagaimana kabar kalian? Sudah divaksin belum? Atau malah ada yang lagi berjuang buat sembuh dari virus covid19 ? Apapun keadaan kalian saya doakan semoga segera pulih ya, dan yang pekerjaan dan usahanya mulai sepi karena dampak pandemi saya doakan juga semoga semakin membaik.

Kembali lagi di blog fiverr addict, kali ini saya akan membahas nasib online freelancer dikala pandemi ini, khususnya yang saya alami ya, karena saya sudah bertahun tahun jadi online freelancer, dari sekitar tahun 2012 saya sudah mulai kerja di depan laptop. Saya mulai dari menjual jasa desain grafis di fiverr.com, mengerjakan orderan atau pesanan desain yang 99% orang luar negeri semua. Dan sebenarnya tidak di fiverr saja, ada beberapa tempat jualan jasa online lainnya, ada juga pekerjaan saya yang jual produk desain, desain kaos misalnya, pokonya banyak lah, setiap pekerjaan online yang saya anggap saya bisa pasti saya coba dan lakuin, dan yang baru-baru ini saya coba dan mulai saya tekuni adalah jualan desain dan foto di situs microstock yaitu shutterstock.

Nah, kalau hubungannya dengan masalah pandemi ini sebenarnya ada pengaruh gak sih untuk para pekerja online?, kalau kebanyakan pekerja online saya gak tahu ya, kali ini saya akan bahas tentang yang saya alami saja. Yang saya alami di masa pandemi ini untuk masalah pekerjaan dari segi RUTINITAS sebenarnya tidak ada perubahan dan efek yang signifikan, saya masih setia kerja di depan laptop, komputer, atau gadget saya. Paling yang agak berpengaruh untuk rutinitas pekerjaan yang kadang keluar rumah, hunting foto misalnya, karena saya juga jualan foto di shutterstock, mungkin agak terhalang kebijakan pemerintah terkait PPKM jadi gak terlalu leluasa untuk keluar rumah, paling hunting foto di tempat-tempat yang gak terlalu jauh dari rumah, atau bahkan hanya di halaman rumah, tapi untuk pekerjaan lain tidak ada pengaruh secara rutinitas. 

Nah kalau tadi efek dari segi RUTINITAS, sekarang kalau dari segi PEMASUKAN, pengaruh gak sih?
Dari segi pemasukan atau earning sendiri sebenarnya agak berpengaruh di kerjaan fiverr saya, agak menurun, ya walupun gak banyak ya, karena pendemi ini tidak dipungkiri berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Jadi orang-orang atau klien yang membeli jasa ke saya memang agak berkurang dibandingkan sebelum pandemi, tapi yang saya rasakan memang tidak terlalu merosot tajam. Tapi saya yakin pengaruh yang saya alami dan dialami seller lain di fiverr pasti berbeda ya, ada banyak faktor juga yang mempengaruhi ramai tidaknya orderan yang masuk di fiverr. Dan sampai sekarang pun fiverr masih menjadi pemasukan utama atau terbesar saya, sebagai "active income" yang saya padukan dengan "pasif income" dari jualan saya di shutterstock.

Menurut saya pribadi terlepas dari pengaruh besar kecilnya pandemi terhadap pekerjaan online freelancer ini, saya yakin pekerjaan online freelancer adalah salah satu pekerjaan yang akan tetap bisa bertahan di kondisi pandemi ini, karena bahkan kita hampir tidak perlu keluar rumah untuk melakukannya, dibandingkan banyak pekerjaan diluar sana yang dilakukan secara offline yang ternyata banyak memecat atau merumahkan para pegawainya. Mungkin ini juga bisa membuat kita semakin sadar perlunya pekerjaan sambilan atau pekerjaan kedua, agar kita tetap punya cadangan pemasukan saat keadaan sulit sekalipun.

Nah untuk teman-teman freelancer lainnya gimana nih? seperti apa pengaruhnya dengan bisnis kalian? kalian bisa share di kolom komentar.

Sekian dulu tulisan saya kali, semoga bisa menjadi sedikit gambaran tentang bagaimana nasib pekerjaan online freelancer dikala pandemi ini, mungkin bisa jadi acuan juga buat teman-teman yang baru mau mendalami bisnis semacam ini.

Jangan lupa juga subscribe channel youtube "Fiverr Addict".

Selamat pagi!


imags source 
Business photo created by marymarkevich - www.freepik.com
Share:

Cara upload foto EDITORIAL di shutterstock? gampang di APPROVE

Selamat pagi siang sore atau malam freelancer mania, kembali lagi nih di blog fiverr addict. Semoga temen-teman semua masih setia baca artikel di blog fiverr addict ini, dan juga nonton video youtube di channel fiverr addict.

Nah untuk pembahasan kali ini, masih seputar dunia microstock, yaitu shutterstock, karena mimin sendiri lagi fokus di dunia microstock khususnya shutterstock ini. Nah pembahasannya mengenai cara upload foto jenis editorial, tapi sebelumnya teman-teman harus tahu dulu nih, apa itu foto editorial, jadi foto editorial itu adalah foto yang fungsinya hanya bisa dan hanya boleh untuk kepentingan berita, media cetak maupun media online, termasuk juga buat kebutuhan penulisan di blog, karena biasanya artikel di blog atau website mengandung unsur berita atau jurnalistik. Dan foto editorial ini pastinya tidak boleh untuk kebutuhan komersial, contohnya iklan baliho, pamflet, brosur, banner iklan, kebutuhan iklan di TV dan lain sebagainya.

Nah kualifikasi foto yang pantas untuk masuk ketegori editorial antara lain, karena di foto terdapat logo, karya seni, orang, bangunan bersejarah, dan harus real bukan editan atau gabungan beberapa foto dijadikan satu. Sebenarnya kualifikasi foto yang mengandung gambar orang, karya seni, logo, atau bangunan bersejarah juga bisa dimasukkan kualifikasi foto komersial bukan editorial, tapi harus mengikutsertakan dokumen model rilis atau properti rilis, semacam perjanjian atau peryataan yang menyataka foto tersebut diperbolehkan untuk dijual secara komersial. Tapi jika tidak memungkinkan ya kita masukkan saja di kualifikasi foto editorial, ya mungkin karena sulit mendapatkan model rilis atau properti rilisnya, contohnya kita tidak kenal orang yang ada di foto karena kita shot foto di tempat wisata yang banyak orang dan tidak mungkin meminta model rilis satu per satu.

Karena foto editorial ini mengandung unsur jurnalistik atau pemberitaan, jadi tidak membutuhkan spesifikasi yang tinggi, yang penting fotonya jelas dan tidak membingungkan orang, jadi kemungkinan di approve oleh shutterstock semakin besar.

Nah berikut ini langkah-langkahnya untuk upload foto di shutterstock:

1. Untuk langkah pertama, kalian bisa edit sedikit warna atau kontras fotonya agar tidak terlalu gelap atau terlalu terang bisa pakai aplikasi apa saja, bisa di laptop bisa juga di smartphone.

2. Kemudian langkah kedua kalian buka dasbor shutterstock dan drag foto kalian

3. Kemudian kita klik dulu nih pilihan "editorial"

4. Step selanjutnya kita isikan deskripsi, nah di step ini perlu diperhatikan ya, khusus foto editorial deskripsi harus mengandung unsur 5W1H ( What, who, why, when, where, dan How)

What : Apa?

Who : Siapa?

Why : Mengapa?

When : Kapan?

Where : Dimana?

How : Bagaimana?

Tapi pada prakteknya, kadang tidak terlalu lengkap tidak apa-apa, misalnya tidak ada unsur "How" atau "Why", juga bisa diterima.

Jadi contoh penulisannya bisa seperti ini,

"Yogyakarta Indonesia, 31 may 2021: a woman wearing a long-sleeved shirt is taking a photo of the reliefs of the Prambanan temple"

5. Lalu selanjutnya jangan lupa pilih kategori fotonya.

6. dan terakhir isikan keyword dan kemudian klik submit

Oke, selesai sudah langkah-langkah upload foto editorial di shutterstock, tinggal nunggu pihak shutterstock mereview fotonya. Saya sendiri biasanya jarang ditolak kalau upload foto editorial, kalau pun ditolak biasanya karena keyword atau deskripsinya kurang relate dengan foto. Jadi buat freelancer mania sekalian silahkan kalau mau mencoba tips ini, semoga bisa bermanfaat ya. Kita ketemu lagi di pembahasan selanjutnya, terima kasih #fiverraddict



Share:

Upload foto ditolak shutterstock karena alasan blur? ada solusinya nih


Selamat pagi siang sore atau malam freelancer mania, bagaimana kabar teman-teman semua? apakah masih giat dan rajin menjalankan kerjaan onlinenya atau malah sudah menyerah? Semoga jangan ya kalau menyerah, kalau capek istirahat dulu, tapi jangan sampai menyerah. Ingat, cicilan masih banyak:D

Untuk episode kali ini fiverr addict bakal membahas bisnis online didunia microstock lagi, yaitu shutterstock. Jadi yang mau fiverr addict bahas adalah tentang foto yang kita upload ternyata ditolak oleh pihak shutterstock karena alasan blur atau out of focus, ya walaupun sudah dianggap fotonya bening dan tidak blur, ternyata masih aja ditolak dengan alasan blur atau out of focus. Memang banyak contibutor shutterstock yang pada bingung dan bertanya-tanya kenapa bisa ditolak karena alasan blur, ada yang mengira karena tukang review shutterstocknya kurang teliti, ada juga yang mengira tukang review di shutterstock ini adalah system bukan orang asli, jadi mereka menganggap itu kesalahan system yang mengakibatkan foto yang diupload ditolak karena alasan blur atau semacamnya.

Nah, kalau dari versi fiverr addict sendiri, punya satu solusi yang wajib dicoba nih, daripada menebak-nebak kenapa bisa ditolak dengan alasan foto blur padahal kita yakin foto kita tidak blur. Mending kita siasati saja foto yang ditolak tersebut dengan cara kita buat fotonya jadi sekalian "full blur", karena ternyata foto blur ini ada pasarnya sendiri, ada peminatnya sendiri, misalnya untuk background flyer, brochure, background video dan kebutuhan lainnya, contohnya seperti foto dibawah ini, 

Ini cara yang fiverr addict lakukan sudah berkali-kali dan hasilnya cukup memuaskan, justru setelah dibuat full blur menggunakan aplikasi photoshop, ternyata seringnya malah di approve oleh shutterstock, dan beberapa foto juga malah sudah berhasil laku atau didownload oleh buyer. Tapi ingat ya, menurut pengalaman fiverr addict sendiri trik ini memang berhasil, tapi tidak menutup kemungkinan juga fotonya ada yang tetap ditolak karena faktor yang mungkin susah dicari tahu.

Gimana nih sobat freelancer mania sekalian, bisa tuh buat dicoba triknya, masalah berhasil atau tidak, dicoba saja dulu. Untuk praktek cara bikin blurnya di photoshop, bisa nih tonton videonya di channel youtube fiverr addict dibawah ini,



Share:

Follow blog ini

Featured Post

Orderan udah complete tapi buyer tetep minta revisi

Berlangganan lewat email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Followers